Minggu, 22 April 2012


Nama                                    : Lusi septiani
Nim                                        : 2009112256
Kelas                                     :VI C
Jurusan                                                : FKIP. Bahasa dan Sastra indonesia
Dosen pengasuh              : Muhammad Nasir
Mata kulia                           : Menulis Karya Sastra

KEPERGIAMU
Kebersamaan yang telah kulalui
Saat kau ada disamping            
Saat kau menjaga ku      
Dan disaat kau berjanji akan slalu menjaga ku
Kau lukiskan warna pelangi dihidup qu
Namun semua hanya kenangan
Karena kematian telah menodai kebahagian ku
Aku tak percaya saat ku lihat kau terbaring
Namun aku tak mampu berkata
Kau tak akan kembali
Kau telah pergi dari ku selamanya
Kini semua tinggal kenangan
Tiada lagi senyuman, canda dan tawamu
Air mata tak dapat menghapus semua,
Ragamu boleh pergi
Tapi memori tentang mu
Akan selalu ada dihati ku
Sampai aku mati kau akan selalu ada dihati ku”kakak ku”
KEBOHONGAN BERAKHIR LUKA

Chika adalah seorang gadis yang manis, baik, dan penyayang, namun chika  memiliki sifat ego yang tak bisa dikendalikannya, dulu waktu masi dudukdibangku SLTP chika merupakan salah satu siswa yang dikenal sombong oleh teman- temannya, namun dibalik kesombongannya itu chika merupakan siswa yang berprestasi disekolah itu.
Pada saat duduk dibangku kelas dua SMP chika menjalin hubungan asmara dengan seorang laki- l;aki yang bernama Anton yang menjabat ketua osis disekolah itu. Anton sangat menyayangi chika walaupun  chika memiliki sifat yang sombong , hubungan merekapun berjalan dengan baik karena anton selalu sabar menghadapi sifat, tingka laku, dan cara chika. Dua tahun kebersamaan mereka lalu, chika yang lulus SMP melanjutkan sekolah kekota, chika dan anton pun menjalani hubungan yang terpisahkan oleh jarak. Setelah kepergian chika kekota untuk melanjutkan sekolah, kisah cinta mereka terputus tanpa ada komunikasi , bahkan tidak ada waktu untuk menuangkan rasa rindu mereka.
Setelah dua tahun terpisah tiba- tiba anton datang kembali dikehidupan chika, jalina asmara diantara mereka disatukan kembali , hari- hari dilalui dengan senyuman dan canda tawa, chika merasa hidupnya sangat berarti saat anton ada disamping nya. Namun rasa sakit hati chika seakan tak bisa dihentikan baru saja menikmati kebahagian kini chika harus menerima luka, dua bulan kebersamaan mereka anton pun harus pergi melanjutkan impian dan cita- citanya. Chika merasa terpukul dan hatinya benar- benar terluka, karena semenjak anton pertgi tidak ada sedikitpun kabar dari anton.
Seiring dengan berjalan nya waktu, hari berganti hari, bulan dan tahun terus berganti dua tahun sudah kepergian anton, chika pun selesai menghadapi ujian dan lulus dengan nilai terbaik. Chikapun berniat melanjutkan pendidikan disalah satu perguruan tinggi dipalembang, akhirnya chika lulus  disalah satu perguruan tinggi swasta dipalembang , dikota ini chika berharap menemukan kehidupan yang lebih baik. Enam bulan sudah chika tinggal dan menempuh pendidikan dikota palembang , tak disangka dan tak diduga chika dipertemukan kembali dengan anton. Pertemuan kedua ini membawa suatu kebahagian bagi chika, karena harapan dan do’a chikapun dikabulkan, rasa rindu yang selama ini dipendam bisa mereka satukan, berbagi rasa dan bercanda bersama.
Chika pun berkata kepada anton “ton aku sunggu bahagia karena aku bisa bersama kamu, orang yang sangat berarti dalam hidup ku”, anton menjawab sembari memeluk chika “tentu chika, aku juga merasakan hal yang sama, semogah apa yang qu rasakan ini bisa selamanya kita rasakan.”
Disaat anton dan chika bersama menikmati kebersamaan mereka tiba- tiba anton mengutarakan sebuahj rahasia yang selama ini anton sembunyikan, dengan rasa takut dan gemetaran anton pun  berusaha menyatakan semua “chika sudah lama kita berpisah aku ingin memulai semua dengan kejujuran, walaupun kejujuran itu sangat menyakitkan buat dirimu dan hubungan kita.....”, chika pun bingung dengan ucpan anton, dan ingin segerah tau “ayo anton katakanlah jangan buat aku penasaran,”
Dengan keberaniannya anton mengutarakan semua rahasia yang selama ini ia sembunyikan “chika maafkan aku, karena aku telah menghianatimu dan cinta kita, aku telah menodai seorang wanita yang selama ini hadir dihidup ku selama kita terpisah”,  chika terkejut dan hanya bisa diam mendengar pengakuan anton, air mata chikapun terjatu dan tidak bisa dibendung , dalam tangisnya chika berkata ”aku benci kamu anton, aku kecewa perna mengenal kamu, pergi kamu  dari hidup ku”!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Anto berusaha meyakinkan chika kalau dia sangat menyayangi chika namun sayang hati chika benar- benar hancur dan sulit baginya untuk menerima kenyataan ini.
Dua minggu setelah kejadian itu chika berusaha menemui anton  dan menyelesaikan masalah mereka,
“anton aku datang menemuimu karena aku ingin kamu tau, aku memang mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu, tapi aku ingin orang yang aku sayangi bertanggung jawab dan tidak pengecut, aku ikhlaskan kamu bersamanya  dan kita akhiri semua, anggap semua tidak perna terjadi , lupakan aku dan lupakan semua tentang kita”, (dengan tegas chika mengungkapkan isi hatinya), anton tidak terima dengan semua keputusan yang diambil chika,”tidak mungkin chika, aku tidak mungkin sanggup kehilangan kamu , aku tidak bisa, aku mohon chika maafkan aku, karena sesungguhnya aku sangat mencintai kamu “. ( anton berusaha meyakinkan chika dan berharap semua akan baik seperti semulah, namun apalah daya takdir berkata lain, chika tetap padfa keputusannya dan tidak bisa dirubah lagi”selamat tinggal anton, lupakan aku dan kembali padanya, karena kebohonganmu telah melukai hati ku , mungkin perpisahan ini yang terbaik.












“ SATPAM CEREWET”

Pagi- pagi chika terbangun dari tidurnya,dan chikapun langsung melihat kearah jam beker yang ada disebelahnya,teryata jam telah menenjukan pukul 7.00 WIB. Chikapun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk segerah mencuci muka dan gosok gigi, karena hari ini chika sudah berjanji akan menyiapkan sarapan dan makan siang untuk tante dan oom nya yang sedang menjaga keponakannya disalah satu rumah sakit swasta dipalembang. Tanpa menundah waktu lagi chika pun langsung bergegas menyiapkan bahan- bahan  apa saja dibutuhkan untuk memasak , dengan semangatnya chikapun menyelesaikan masakan dengan sempurna ,setelah selesai ,memasak chika juga tidak lupa mempersiapkan apa saja yang akan dibawa kerumah sakit, setelah semua selesai chika langsung bergegas menuju kamar mandi karena  pukul 7.00 WIB chika harus masuk kulia.
            Sebelum berangkat kulia  chikapun menyempatkan diri untuk mengantarkan sarapan dan makan siang untuk oom dan tante nya yang sedang menjaga keponakannya yang sedang sakit, karena jika chika tidak datang maka oom dan tantenya akan kelaparan.tepat pukul 8.45 WIB chika tiba dirumah sakit, sesampai dirumah sakit chika terkejut karena waktu berkunjung telah habis, chika kebingungan dan berusaha mintak pertolongan dengan satpam yang menjaga pada saat itu agar diizinkan untuk masuk sebentar, namun satpam itu bersih keras melarang chika untuk masuk, namun chika tak berhenti  memohon,akhirnya chika pun punya ide dan langsung mengatakan kepada satpam itu, “ tolong pak, izinkan Aku masuk , karena aku gak punya waktu lama karena aku harus kulia,,,,,,,,,? Aku mohon izinkan aku masuk”, satpam itu acu tak acu seakan- akan tak mendengarkan ucapan chika, melihat tingkah satpam yang tidak memperdulikanya chika langsung emosi,”aku tau ini sudah peraturan, tapi bagaimana kalau sampai oom dan tante aku yang sedang jaga didalam kelapan, apa bapak mau tanggung jawab?” satpam itu langsung menjawab dengan tegas “aku tau itu, dan itu bukan tanggung jawab kami, ini semua sudah peraturan dan kamu jangan paksa aku karena kamu masi kecil”.
Chika tidak terima dengan ucapan satpam itu, akhirn ya chika terpaksa kasar kepada satpam itu “aku memang anak kecil, mungkin bapak lebih tau dari pada aku, tapi tak ada kah sedikit rasa kasihan didalam hati bapak, oke aku tidak maksa untuk masuk tapi aku mintah tolong antarkan makanan ini ke kamar IIIA I,atas nama Dina”.  Dengan spontan satpam itu menjawab ”kenapa jadi kamu yang memerintah aku, tidak sopan basnget kamu memerintah orang tua”, chika bingung harus bagaimana agar satpam ini bisa luluh hatinya, karena chika sudah terlambat masuk kulia,”aku tidak bermaksud m emerintah, aku mintah tolong karena aku sudah terlambat mau kulia, jadi aku mohon kerendahan hati bapak, tidak ada guna kita saling kasari, aku mintak maaf kalau kata- kata ku salah”,
Melihat chika yang sangat memohon, dan berani memintah maaf akhirnya satpam itu pun luluh hatinya,”baiklah saya akan bantu antarkan makanan itu, tapi kamu harus belajar sedikit menghormati orang”,
Karena sudah terlambat kulia chika tidak menghiraukan kata- kata satpam itu, melainkan chika bergegas menuju kampus karena dia sudah terlambat,  dengan hati yang masdi kecewa dan jengke chika melangkahkan kaki dimana dia belajar, setibah dikelas chika memintah izin masuk dengan dosen yang mengajar,dan menjelaskan apa yang terjadi, setelah mendengar penjelasabn chika akhirnya dosen chika pun mengizinkan chika untuk mengikuti pelajaran.
Setelah diizinkan masuk chikapun langsung menuju tempat duduk yang telah disiapkan sahabatnya, didalam hati nya chika berkata”gara- gara satpam itu aku terlambat, dasar satpam cerewet”.

















Nama    : lusi septiani
Kelas : VI. C
Nim      : 2009112256


Ibu kartini


Tubuh mu yang sangat lembut
Senyuman mu yang sangat manis
Membuat dunia terpana
Terdiam dalam sangkar yang tertutup
Namun tekat mu sangat kuat
Hati mu tegar

Tetap berjuang dengan semangat
Yang tak perna habis,
Takkan perna takut atas hukuman
Mencapai mimpi yang tinggi
Merubah kenytaan yang ada

Karena kau ingin kaum mu
Bisa bangkit dan di anggap
Sama seperti kaum adam
Ibu kartini.......
Kau pejuang yang hebat
Yang mampu menjadikan
Kaum mu lebih baik
Jasa mu akan selalu terkenang
Di dalem sanubari kaum mu
Wanita indonesia

Nama                   : Devi seftiana
Kelas                    : VIC
Nim            : 2009112088

Hanya Berharap
Jian berdiri didekat seorang laki-laki putih tinggi disebuah ruang laboratorium computer dikampusnya, Jian melihat disebelah kiri ada sesosok laki-laki tinggi berdiri disampingnya. Sesosok laki-laki yang hampir mirip dengan seorang pria yang ku kenal satu tahun yang lalu. Jian tak putus asa entah lah, tapi bukan seperti Anton , pria yang pernah mengisi hatinya sampai saat ini
Jian pergi menjauh dari ruang itu meninggalkan laki-laki itu bersama temannya, dihari yang sama tapi waktu yang berbeda kulihat ada sosok yang mendebarkan hatiku disebuah tempat foto copi dikampus ku, Oooooo………… dengan terkejutnya jian menatap laki-laki itu dengan member senyuman manis kearah laki-laki tiggi berpakaian kemeja berwarna biru pendek, laki-laki yang kukira mirip dengan pria yang kukenal satu tahun yang lalu
Kuperhatikan lebih saksama, ia berkulit putih dan tersenyum kearah ku. Aku pun membalas senyuman nya dengan manis. Satu hari setelah kejadian malam itu, entah kenapa perasaan ku selalu memikirkan laki-laki itu, yang sama sekali belum aku kenal siapa namany? Akhirnya sederet pertanyaan pun muncul difikiran ku dan berubah menjadi dugaan. Aku bicara pada hati kecilku. Ya ALLAH! Apakah ini perasaan suka, kagum atau pun saying? Aku semakin bingung dan menambah sejuta pertanyaan didalam benak ku dan fikiran ku saat ini dan aku berpendapat seperti nya ini memang perasaan “suka” kepada laki-laki itu taapi benar kah dugaan ku?
Hingga suatu hari ada sesuatu yang mendorong ku untuk mengetahui siapa laki-laki itu tanpa rasa malu dan berfikir panjang aku menanyakan tentang laki-laki itu kepada temannya, astaga……….. dengan terkejutnya aku, aku melihat laki-laki itu keluar dari ruangan disebelah ruangan ku belajar dengan jantung berdetak kencang laki-laki itu melihat kearah ku sambil melontarkan satu senyuman yang membuat aku semakin ingin tahu siapa laki-laki itu sebenarnya? Tak sampai 10 menit, teman ku pun memanggil teman laki-laki itu maka teman ku memanggilnya, kufikir ini waktu yang paling tepat tanpa basa-basi langsung saja temanku pun meminta no handphone laki-laki itu kepada teman satu kelasnya “Arya” nama laki-laki yang membuat hati ku penasaran hingga saat ini
Keingin kan ku untuk mengenalnya lebih dekat mendadak muncul difikiran ku, siapa tahu ia memang jodoh ku? Aku pun memberanikan diri untuk mengenalnya. Aku ingin tahu siapa namanya, dimana dia tinggal dan mengapa setiap kali dia melihat ku, member satu senyuman kepadaku, saying aku tak berani mendekatinya langsung dan beberapa pertanyaan-pertanyaanku tak bisa terlontar langsung dari mulutku semuanya menyumbt kerongkongan ku dan kaki ku menhentak-hentak pola ku membuatnya merasa ketakutan. Dia beranjak pergi memasuki ruangan kelasnya. Aku pun menarik nafas panjang kemudian aku memberanikan diri untuk menghubunginy saja melalui “sms” tanpa berfikir ulang aku pun sms dia dengan senang nya sms ku pun dibalasnya, tambah menambah sejuta fikiran diotak ku, dengan bangga dan senang nya aku membalas sms nya. Dengan terkejut aku mendapat balasan sms darinya yang mengatakan dia mengajak ku bertemu esok hari nya, aku pun membalas dengan berkata “iya”
Keesokan harinya aku bertemu dengannya dikampus, dengan muka memerah dan jantung berdetak kencang, aku mengiukti langkah kaki arya, hingga sampai disebuah gedung dikampus ku dan duduk disebuah kursi panjang berwarna coklat, dengan suara lembut arya mempersilahkan ku duduk disampingnya. Masih tetap membisu akhirnya memecah suara keheningan itu dengan suara arya menanyakan aku mendapatkan no handphone nya dari siapa? Aku hanya tersenyum akhirnya suasan yang semula tegang berubah menjadi ramai dengan perbincangan kami berdua, bercerita tentang masa-masa kecil dan pelajaran tentang kuliah kami. Aku pun tak sabar menahan perasaan yang aku punya, pembicaraan itu pun terhenti disaat aku mengutarakan perasaan ku kepada arya, arya pun terkejut dan menoleh kerah ku dengan senyuman manisnya. Dengan menghirup rokok yang diisap ditangannya, arya mulai bertanya kepada ku, apakah kau serius dengan pa yang kau ucapakan kepada ku baru saja? Aku hanya mengagukkan kepala, arya lanjut bicara, bukan aku tak suka pada mu, tapi aku takut, aku memotong pembicaraan arya, takut apa? arya menjawab aku takut mengecewakanmu sambil memegang tangan ku, takut kalau saja aku tak bisa membuatmu bahagia,
Jian hanya tertunduk malu, malu akan apa yang ia katakan begitu cepat untuk diutarakan kepada arya soal persaannya. Dengan sedikti kecewa jian menjawab, jika kau tak bisa menerima ku, tidak kenapa, aku cukup jadi teman mu sudah lebih dari cukup, arya memegang tangan ku dan menyakinkan ku bahwa, aku pantas mendapatkan yang layak lebih dari arya, pembicaraan kami terhenti tiba-tiba teman satu kelas arya dating menghampiri kami. Dengan kedatangan teman arya, selesai sudah pertemuan kami hari itu, arya pun mengantarku pulang dengan sepeda motornya, dengan hati terluka, aku melngkahkan kaki dibelakang arya, hingga tiba diparkiran aku menaiki motor arya untuk pulang, sesampai dirumah arya bilang kepada ku, “aku minta maaf” aku hanya tersenyum, dan meninggalkan arya denhagan harapan yang kosong.















KUASA MU

Dalam lindungan malam terurai falsafah tentang mu
Terurai kalam kematian
Berderai runtuh lewat jerit bocah malam
Dimana ibuku?

Bergelayut rayuan kemeyan
Memabantai ruang kehancuran
Aku tak tegar berkaca
Lalu menitik air keperihan

Aku layu
Bangkitkan aku
Demi cinta kita kepadanya
Ini cerita jiwa hambar tanpa pilu berindu





HANDPHONE RUSAK
Panas terik dengan berjalan keluar meninggalkan kampus. Sari yang berjalan sendiri menulusuri jalan kampusnya sesampainya digerbang kampusnya. Sari memberhentikan sebuah angkutan umum untuk pulang kekontrakannya karena untuk sampai dikontrakannya Sari membutuhkan waktu 5 menit unttuk Sari sampai dikotrakannya
Tiba-tiba tedengar suara handphone bordering didalam tasnya. Sari membuka tas dengan sedikit terburu-buru. No baru ternyata yang menelponya. Sari mengangkat handphonenya dengan nada yang sedikit marah ternyata suara laki-laki yang terdengar dari handphonenya, dengan suara yang lembut laki-laki itu menangapi nada emosi sari tiba-tiba telpon  itu terputus karena jaringan gagal. Tidak lama kemudian no itu menelpon lagi, tapi entah kenapa suara laki-laki itu tidak terdengar. Sari  kesal, berulang-ulang kali no itu menelpon tp dengan suara yang tidak ada
Sari mencoba menelpon salah satu no yang ada di phonebook dihp nya, ternyata sama juga tidak ada suara dari lawan bicaranya. Sari mencoba bertanya kepada temannya ternyata speaker handpone itu rusak. Siiiiiaaaalll…………. Gara-gara laki-laki itu menelpon handphone ku rusak.






Laksana Cintamu
Ibu….
Jika memang dengan aku menjelma angin
Lantas kau dapat merasakan kesejukan itu
Akan ku lakukan itu untukmu
Aku tak tau akan seberapa berharganya hidupku tanpa mu
Karena yang ku tau kau mampu mempuat cinta ini semakin besar
Kau telah berjuang untuk ku, untuk nafasku
Kalau pun aku bisa menciptakan sedikit senyuman itu
Mungkin tak akan sebanding dengan apa yang kau lakukan untuk hidupku
Aku selalu berharap tuhan tak akan pernah ambil senyum itu darimu
Percaya lah
Aku mencintaimu dengan hati yang tak bisa ku sematkan
Pada wanita selain dirimu dan aku menyayangi mu
Dengan nada yang tak bisa kuharmonikan pada yang lain


Nama               : Birahmi Anggraini
Kelas               : VI C
NIM                : 2009112253
Mata Pelajaran : Menulis Karya Sastra
Dosen              : M. Nasir, M.Pd



PUISI
                                    PILU

Bila senja merunduk malu
                        Ketika hati hampa menatap pilu
                        Bila setiap kataku menghujan air mata
                        Maka biarlah waktu menghapusnya

                        Bila kehadiranky melukis luka
                        Maka anggaplah diriku tiada
                        Mungkin, setiap kataku, membuatmu lulu lanta
                        Tak mungkin lagi kutorehkan bahagia





CERPEN


                                    PENANTIAN

            Adalah Agustian kakak kelasku yang cerdas, cakep,tinggi dan putih, aku pun kagum padanya, wajahnya yang begitu syahdu, mata yang indah dan alis mata yang tebal memikat hati. Tetapi sayang dia sangat tertutup dan diam seperti ada kabut luka yang menyelimuti wajahnya. Walaupun tian, nama panggilannyabelum lama aku kena, tetapi aku merasa sudah lama mengenalnya, sejak aku masuk ke SMA dan ikut ayah ku pinda ke kota yang indah akan pantai-pantainya.
            Sikapnya yang pendiam membuat teman-teman disekitarnya penasaran, apalagi wanita-wanita yang mencoba mencuri perhatiannya. Namun tian tidak pernah menanggapinya dengan serius, diantra wanita-wanita tersebut hanya aku yang ia perhatian lebih, aku juga tidak tau mungkin hanya perasaan ku saja karna aku mengaguminya.
            Rasa ini semakin hari, semakin indah aku rasakan , perasaan sejuk dihati bila bertemu , bertatapan dn bercanda denagn tian dan apabila tidak bertemu, rasanya ada yang hilang sehingga mrasa sedih dan rindu padanya. Apakah ini yang dinamakan cinta????
            Malam itu awal januari dan tepat malam tahun baru dan tepat dimana semua orang berkumpul dan merayakan mam pergantian tahun itu, malam itu, tian berkumpul bersama teman-teman akrabnya, dimana aku juga dia ajak untuk kumpul bersama dan mengabiskan malam pergantian tahun itu.
            Aku dan tian pun ikut larut dalam malam pergantian tahun itu, bersama teman teman dan sahabatku, kami berjalan menggunakan mator merah p  tian mnyelusuri jalanm komplek dan melewati tempat-tempat yang sering kami lewati sepulang sekolah..
            Lima hari setelah malam itu, akunjadi jarang bertemu dengan tian, laki-laki yang aku kagumi itu karena cerdas serta endiam, enytah mengapa hati ini sedih, akupun tak tahu. Disekolah pun, tian jarang kelihatan dan kumpul dengan teman-temannya, akupun mulai bertanya  ada apa dengan tian , akhirnya aku mencari informasi dengan temannya, dan akupun tahu, dengan muka kaku dan terkejudnya aku , mendengar berita yang membuatku diam dan tak berdaya. Teryata tian kecelakaan setelah pulang dari mengatar aku waktu malam tahun baru itu.
            Esokan harinya aku menempatkan diri untuk menjenguk tian yang sampai saat ini masih tidk sadarkan diri. Aku hanya merasa belum siap untuk berpisah dengan nya karena ternyata tian juga menderita leukimia yang lama dideritannya. Seandainya aku ratu di hatinya, aku akan menyayangi dan menjaganya, menyayanginya menberikan tempat terindah dihatiku.Menjadikan ia raja dalam mimpi-mimpi indahku, Mendekap dirinya dan memberikan kehangatan, saling membagi dan memberi di kala suka dan duka, mencintai dan dicintai.
            Dan aku berjanji aku akan menjemputmu dan menantikan untaian tanganmu menyambut tanganku yang ketih ini. Driiiiinnggg.......driiinnggg..... alaram pun berbunyi membangunkan dari lelap malamku dan mengajak bergegas beranjak dari tempat tidurku . Hari ini hari libur, dan hari yang istimewa bagiku yaitu hari ulang tahunku. Aku selalu berdoa agar pada hari yang bahagia ini aku mendapatkan  kado istimewa dari, cukup kesembuhan tian yang aku harapkan.
            Dengan ditemani dika, aku datang kerumah sakit tempat tian dirawat. Sesampainya  disana kami heran kenapa semua orang sudah ramai berdatangan dan berkumpul dikamar tian, selain itu aku melihat raut wajah kedua orang tua tian yang tegar namun terpancar kesedihan diwajahnya.
            Aku pun berlari menuju kamar tian hingga yang ku bawah terjatuh seiring dengan hancurnya jiwaku menhadapi kenyataan yang terjadi, karena selama bersama aku selalu mengharapkan, dia menyatakan apa yang ia rasakan,walaupun selama ini aku  selalu berharap penantianku pasti terjawab.
            Tetapi..... ohh.. Tuhan , kenapa begitu cepat engaku ambil tian dan meninggalkanku selamanya. Mungkin ini hanya menjadi mimpi yang menyedihkan pada hari yang bahagia ini, tepat pada usiaku 16 tahun.
            Banyak orang sepertiku merasakannya, cinta dalah ketulusan serta kejujuran, tumbuh dari hati yang paling dalam dan merambat dari sudut hati yang sudut. Menangis  dan tertawa bersama, memberi dan menberi tanpa mengharapkan balsan dari sebuah pengorbanan.




PUISI

                                                MAMA

                                   
                                    Detak lingkaran waktu berbunyi
                                    Hati tergentar tanpa henti
                                    Melihatmu yang penuh semangat
                                    Memberi tanpa harus membalas

                                    Meski dirimu jauh dihati
                                    Canda tawamu tetap hiasi
                                    Setiap perjuanganmu adalah kasih
                                    Kan ku balas sampai akhir hayat nanti

                                    Wahai mama ku tersayang
                                    Engkau pelita dalam hidupku
                                    Penyemangat disetiap nafasku
                                    Mama ....... semangat dan kasih sayangmu
                                    Berharga bagiku....

Nama                          : Okky Julyan
NIM                            : 2009112087
Mata Kuliah              : Menulis Karya Sastra
Dosen Pengasuh        : M. Nasir, M.Pd



CINTA DAN AIR MATA


           
            Dulu aku kau puja
            Dulu aku kau cinta                                            
            Tapi mengapa sekarang
            Kau campakan aku
Setelah kau mengenal dia

Cinta memang kejam
Ketika kau butuh kau datang padaku
Setelah itu kau pergi tinggalkanku
Ohh ……
Sungguh kejamnya cinta

Cinta datang  dengan tiba-tiba
Cinta juga bisa pergi begitu saja
Cinta hanya bisa menguras kepedihan
Begitu juga dengan titisan air mata





GADIS MUNGIL PENJUAL RISOLES


          Risoles,,,, risolesnya Pak…. Buk….!!!!!! Risolesnya …… ayo siapa yang mau beli. Penjual itu bernama Silvi, seorang gadis mungil yang sedang berjualan tepat didepan kantor Gubernur yang letaknya dijalan Kapten A.Rifai. Setiap hari Silvi selalu membantu ayah dan ibunya berjualan sehabis pulang sekolah. Silvi memang anak yang rajin selain dia juga anak yang pintar dan selalu berprestasi disekolah. Guru-guru Silvi disekolah pun sangat bangga atas apa yang dilakukan oleh Silvi. Silvi tidak pernah malu atau pun mengeluh kepada ayah dan ibunya.
            Pada hari itu pesanan risoles pun semakin banyak. Silvi,,,, tolong kamu antarkan pesanan ini ke rumah ibu Lina ya nak…. Ketika ibunya meminta Silvi untuk mengantarkan pesanan risoles yang telah dipesan dari ibu Lina kepada ibu Atun, yaitu ibunya Silvi. Ibu Lina adalah seorang pembeli tetap dikedai risoles itu. Dengan cepat Silvi pun langsung menemui ibunya untuk mengambil bungkusan yang harus diantarkan olehnya. Akhirnya Silvi pun pergi kerumah ibu Lina dengan membawa sepeda yang selalu dia bawa untuk mengantarkan pesanan-pesanan risolesnya. Dengan tepat waktu Silvi sampai dirumah ibu Lina, Silvi pun langsung menemui ibu Lina dan pesanan itu pun sampai ditangan ibu Lina. Silvi dipersilahkan oleh ibu Lina untuk masuk terlebih dahulu dan ibu Lina pun mengucapkan terima kasih kepada Silvi karena telah mengantarkan pesanan itu dengan cepat. Silvi pun merasa senang atas kepuasan yang dia terima dari pembeli tetapnya.
            Ibu,,,,,, ibu ,,,,, ini Silvi bawa uang dari pesanan yang Silvi antarkan tadi. Dengan cepat Silvi langsung memberikan uang itu kepada ibunya. Silvi tidak pernah merasa lelah, karena Silvi selalu bekerja dengan ikhlas, itu yang selalu dibilang oleh Silvi kepada ayah dan ibunya. Dengan bangga dan bercampur rasa haru ibu mencium dan memeluk Silvi dengan erat. Silvi merupakan anak satu-satunya. Jadi ayah dan ibunya sangat menyayangi dia dengan sepenuh hati.
Keesokan harinya ketika Silvi pergi kesekolah, ditengah jalan dia bertemu sama seorang bapak yang sedang duduk termenung dibawah pohon dekat sekolahnya. Silvi pun menghampiri bapak itu dan berkata, “Bapak,,, kenapa bapak termenung disini?” Dan bapak itu pun menjawab pertanyaan Silvi. “Bapak belum makan nak, karena bapak tidak tahu mau kemana lagi, bapak tidak ada uang untuk membeli makanan nak,,,” dengan perasaan bercampur sedih  Silvi pun langsung memberikan bekal yang dibawanya kepada bapak itu. Makanan itu pun langsung dimakan oleh bapak itu dengan lahap. Silvi memang anak yang baik dan berhati mulia terhadap sesama. Karena itu Silvi sangat disukai oleh banyak orang.
            Hujan pun turun membasahi kota Palembang, tetapi Silvi tidak mengurungkan niatnya untuk berjualan. Silvi selalu bersemangat untuk membantu kedua orang tuanya, ayah dan ibu Silvi hanya seorang penjual risoles. Dan Silvi pun seorang gadis mungil yang selalu setia menemani ayah dan ibunya dikedai. Tepat pukul 15.00 wib, teman Silvi datang kekedai untuk memesan risoles buatan ibu Silvi. Risoles ibu Silvi memang sangat terkenal dikota ini karena selain enak juga murah. Makanya pembeli tetap yang suka membeli risoles Silvi selalu memesan dikedai ayah dan ibunya. “Silvi,,, aku pesan risolesnya 50 ya,,,, kata Mareta teman sekolah Silvi yang datang secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan Silvi dan juga sering membeli risoles dikedai miliknya. Silvi pun sontak terkejut akan kedatangan Mareta yang datang untuk membeli risolesnya. Mareta pun tersenyum ketika Silvi menemuinya, dengan perasaan senang Silvi melayani Mareta walau pun Mareta itu temannya sendiri tetapi Silvi melayani Mareta sama seperti pembeli-pembeli lainnya karena bagi
 Silvi mereka sama saja dan tidak ada bedanya. Karena Silvi anak yang selalu baik kepada semua orang, jadi Silvi sangat  banyak teman dan temannya pun sangat menyayangi Silvi.
Silvi memang cuma anak seorang penjual risoles. Tapi dia bangga dapat dilahirkan oleh ibunya dan mendapatkan keluarga yang sangat menyayanginya dan mencintainya dengan sepenuh hati. Itulah sepenggal cerita dari “Gadis Mungil Penjual Risoles”.


SELESAI
















HUJAN

          Ketika hati merindu akan kehadirannya
            Dia selalu mengingatkanku kepadamu
            Cintaku tanpa amarah

            Pagi ini
            Tak kusangka kau pergi tinggalkanku
            Betapa hancurnya hati ini
            Hujan pun membasahi pipiku

            Hatiku yang retak berserakan
            Hanya kamu yang mampu mengumpulkannya lagi
            Utuh seperti dulu

            Hujan tak jadi turun
            Seperti kamu yang tag jadi datang          
            Meninggalkan panas yang tak selesai 








WANITA PERKASA
         
          Kau dulu terlahir dalam cahaya terang
            Kau berdiri tepat dihadapanku
            Sungguh tak kusangka betapa hebatnya dirimu
           
            Ketika aku melihatmu
            Sungguh tak kupercaya betapa perkasanya dirimu
            Wanita tangguh yang sangat kuat
            Wanita tangguh yang sungguh tegar
            Itulah dirimu

            Hanya kamu yang bisa membangkitkan gairahku
            Hanya kamu yang bisa membangkitkan semangatku
            Sungguh hebat dan perkasanya dirimu
            Hanya dirimu lah yang ada dihatiku
            Hingga ujung waktuku
           
            

Jumat, 20 April 2012


Nama            : Dessy heldayani
Kelas            : 6 c
Nim               : 2009112218
Puisi
Terlambat

Ketika langkahku,,
Tak bisa lagi terhenti
Aku hanya bisa berdiam diri
Di dalam kensunyian sepi nan hening
Di saat itulah langkahku kan berhenti
Aku terhanyut dalam kesendirian
Meratapi semua yang telah terjadi
Aku bagaikan kupu-kupu yang terbang
 Tak tau ke mana arah yang pasti
Untuk kembali....





puisi
Sahabat sejati

Sahabat sejati
Tak mungkin mengkhianati
Tak mungkin meninggalkan aku sendiri
Tak mungkin mencaci maki
Sahabat adalah teman yang selalu dihati

Sahabat adalah saudara
Saat kita membutuhkan
Sahabat selalu ada untuk kita
Sahabat selalu tertawa bersama
Dan selalu berbagi seirama
Dalam suka dan duka







Cerpen
Hari terakhir
            Pagi yang dingin dengan embun yang menutupi bumi, seolah-olah bumi tidak menampak dengan di tutupi kabut putih yang sangat tebal. Kicau burung yang berirama dan ayam berkokok saling bersautan, waktu menujukan pukul 05.00 pagi. Membuat Nesa terbangun dari tidur lelapnya. Aaaaagggrrrrhhh....!!!!!!! dingin sekali pagi ini “sambil menguap” Nesa pun langsung menuju ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Namun di saat di dalam kamar mandi entah mengapa Nesa merasakan kepalanya tiba-tiba pusing. Namun hal tersebut tak dihiraukannya dikarenakan mungkin sakit kepala biasa saja. Tiba pukul 07.00 pagi Nesa telah tiba disekolahnya. Di sekolah Nesa sangat akrab dengan Nindi teman sebangkunya, di samping itu mereka sudah berteman sejak kecil karena pada waktu itu orang tua mereka sudah lama berteman.
            Seorang laki-laki berpakaian kucel seadanya dengan rambut khas belah tengah dan memakai kacamata yang sedang duduk bersama teman-temannya sambil membaca buku di perpustakaan, Dia adalah Kevin. Kevin adalah cowok yang paling pintar di sekolahnya, namun ia anak yang berasal dari keluarga sederhana. Kevin selalu mendapatkan beasiswa disekolahnya sehingga ia bisa bersekolah di tempat yang mahal dan terfaforit. Walaupun penampilannya seadanya tidak seperti anak pada umumnya, kevin banyak disenangi wanita di sekolahnya. Salah satunya Nesa yang hampir jatuh cinta padanya.
            Suatu hari di kantin ada Kevin yang sedang lahap makan semangkok bakso. Tiba-tiba Nesa pun datang menghampirinya. Haii Kevin...!!! “sapa Nesa”, hai juga Nes “agak sedikit terkejut” sendirian ya vin...??? iya aku sendirian kamu...??? ya aku juga lagi sendirian  lagi males sama Nindi. Oh ya hari minggu nanti kamu ada acara nggak Vin?? Ah emang ada apa Nes?? Oh nggak aku Cuma mau minta temenin makan malam aja, mau nggak Vin?? Ah nggak salah Nes..!! apa kamu nggak malu jalan sama orang kayak aku...!! Aahh nggak kok Vin, aku malah ngerasa biasa aja dan aku nggak pernah malu jalam sama kamu. Tapi Nes..!! Ah udah pokoknya kamu harus mau, aku tunggu di kafe tempat aku ngerayain ultah ku kemarin ya, kamu masih ingat kan Vin..?? Iya masih Nes. Ok kalu gitu aku mohon banget sama kamu pokoknya harus datang, aku ingin cerita banyak tentang kehidupan aku yang seorang pun nggak ada yang tau kecuali kamu nanti Vin yang hanya tau kalau kamu minggu malam nanti datang. Please ya Vin, soalnya umurku Cuma sebentar lagi “hehehe sambil bercanda”. Nes lo jangan ngomong kayak gitu ngaak baik tau. Iya iya tau kok aku hehehe mangkanya kamu harus datang ya...!!! Iya deh ntar aku datang, Ok deh daaa aku ke kelas dulu ya. Tiba-tiba saat Nesa ingin menuju kelasnya, kepalanya merasa pusing dan Nesa merasakan sangat kesakitan. Namun ia masih bisa menahannya, setiba di kelas Nesa pun langsung duduk di samping Nindi, Namun Nesa tidak menampakan dirinya bahwa sedang sakit.
            Malam yang indah dengan bulan yang terang benderang menyinari bumi dan bintang bertaburan di langit angkasa, membuta Nesa bersemangat dan tidak sabaran menunggu Kevin datang. Tak lama kemudian Kevin pun datang dan langsung duduk berhadapan dengan Nesa. Nesa kamu udah lama nunggu ya...???  Oh nggak kok Vin aku baru sekitar 10 menit disini. Oh ya Vin kok kamu beda banget malam ini “hehehe”. Nggak kok Nes biasa aja, aku kan orangnya biasa-biasa aja nggak kayak cowok lain yang stylenya selalu up to date. Ah nggak kok Vin emang kata siapa kamu biasa-biasa aja, menurut aku kamu itu orang yang paling luar biasa di hidup aku “heheheh”. Ah Nes kamu bisa aja. Oh ya emang kamu mau ngomong apa Nes, aku jadi penasaran. Eh lo GR’an ya ketahuan ni yee,,!! Nggak Vin aku Cuma mau cerita sama kamu, kamu tahukan aku ini kesepian, biarpun aku anak orang kaya tapi aku nggak pernah cerita apa-apa tentang masalah aku ke keluarga aku, karena orangtua ku selalu sibuk dengan pekerjaanya. Jadi aku hanya ingin mau cerita sama kamu Vin. Dan tiba-tiba Nesa merasa pusing kepalanya. Kenapa kamu Nes, sakit. Kalau kamu lagi sakit mending nanti aja deh kalu kamu mau cerita, soalnya kamu kan lagi sakit Nes. Ah nggak kok Vin Cuma pusing biasa aja. Gini ya Vin sebenarnya aku mau cerita kalau aku itu mengidap penyakit kanker otak. Haah kamu nggak main-main Nes. Ya Vin aku nggak main-main, aku serius dan orang tua aku nggak tau masalah ini karena aku nggak mau membuat mereka terbebani. Nesa sekarang kamu lagi pusing, berarti...!!! Iya Vin aku selalu merasakan pusing yang teramat sakit, namun aku masih bisa untuk bertahan. Aku sangat prihatin dengan penyakit yang kamu derita Nes, kamu jangan sedih ya. Kamu harus tetap semangat Nes dan lawan penyakitmu dengan semanagt yang kamu milik. Makasih Vin kamu memang benar-benar bisa mengerti aku. Vin apabila umurku tidak panjang lagi, aku hanya ingin kau ada di dekat ku saat di hari terakhirku nanti. Nes kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, kamu harus sembuh Nes, amu harus periksa ke dokter. Nggak Vin, aku nggak mau membebani orangtua ku biarlah aku merasakan sakit ini sendiri.
            Keesokan harinya di sekolah menunjukkan pukul 01.00 siang waktunya pulang sekolah seluruh anak SMA yang berseragam putih abu-abu berhamburan keluar. Nesa tiba-tiba saja merasakan kepalanya pusing, kemudian jatuh pingsan. Nindi pun langsung meminta tolong dan Nesa langsung di bawa ke rumah sakit. Nesa langsung di rawat di ruang UGD Dan di vonis dokter, Nesa mengalami kanker otak. Al hasil orang tua Nesa langsung terkejut, selama ini Nesa tidak pernah mengeluh dengan saya dok. Nggak mungkin dok Nesa mengalami kanker otak “sambil menangsis”. Nesa masih terbaring lemas dan belum sadarkan diri. Kevin hanya bisa menatap wajah Nesa di pintu kaca kecil dan sambil meneteskan air mata. Selang beberapa hari kemudian Nesa dikabarkan meninggal dunia karena penyakitnya sudah sangat kritis. Seluruh teman-teman sekolah Nesa bahkan Kevin sangat sedih mendengar kabar tersebut. Kevin langsung ke rumah sakit dan Nesa telah terbujur kaku. Orang tua Nesa menangis histeris atas meninggalnya Nesa. Kevin pun langsung mendekati jasad nesa dan dia sangat sedih dan terpukul di saat dia menghembuskan nafas terakhir, Kevin tidak ada di sampingnya. Padahal tu salah satu permintaan Nesa pada saat mereka terakhir bertemu. Namun Kevin langsung mencium kening Nesa dan berbisik di telinga Nesa, kemudian berkata bahwa” Aku minta maaf di saat hari terakhirmu aku tidak ada di sampingmu Nesa”....!!!


TAMAT


Puisi tentang emansipasi wanita
Ibuku Pahlawanku
Di setiap hela nafasmu
Kau hadirkan kehidupan
Di setiap pelukmu
Kau hadirkan kehangatan
Saat aku merasa sendiri
Engkau selalu ada menemani kesendirianku
Engkau pula yang memberi aku kekuatan
Di saat aku terjatuh
Kau bagaikan cahaya terang
Di saat cahaya gelap datang
Jadilah bulan yang terang dan bersinar
Di kala malam mulai kelam
Jadilah cahaya bulan
Yang membuat menerangi keluargamu


















                                                               Akhir yang indah
                                                                                    Karya : Kartini

Delapan tahun……
Aku mengenalmu
Delapn tahun…….
Aku menjalin tali kasih bersamamu
Selama delapan tahun itu juga
Semua tak berjalan dengan indah
Ada yang tersakiti ada  yang menyakiti
Tapi……….
Maaf diantara kita selalu ada
Seiring waktu yang telah berputar
Seiring rasa yang semakin bergelombang
Ada sayang, marah ,rindu ,benci bahkan emosi
Sepanjang waktu itu jua, ingin selalu bersama
Ternyata……
Semua tak sia-sia
Kini hanya waktu menunggu
Hari indah bersama………………..






                                                    Kembalikan semula
Terdiam sejenak
Membisu seakan penuh ketakutan
Teriak tak berdaya, berucap tak kuasa
Mata tajam memandang seakan penuh penyesalan
Jangan tanyakan pada aku….
Jangan pula kau tanyakan pada dia…..
Tapi tanyakan pada air mata kami
Mata hati kami
Pada resah kami
Ego kami sudah pidam
Sabar kami sudah hilang
Tinggallah rasa pasrah, terserah….
Mau dibagaimanakan
Kami hanya ingin seperti kemaren.


                                                                   Hidup adalah perjuangan
Jika waktu dapat kuputar
Aku ingin menata kembali hidupku
Meraih apa yang belum tercapai
Menata apa yang belum tertata
Sesal bukan keinginan
Sedih bukan impian
Malang tak dapat ditolak
Bahagia tak dapat diterkah
Hidup manusia bagaikan perahu ditengah lautan
Diterjang ombak, dihantam badai, diguyur hujan
Siapa yang mampu bertahan
Itulah yang menang….






Demi ayah  Untuk ayah
            Ketika senja datang, terangpun berganti malam. Azan mulai berkomandan, menyeruh seluruh alam semesta, memanggil para umat islam untuk melaksanakan kewajibannya. Sintia dan ayahnya bergegas mengambil wudhu untuk menunaikan ibadahnya sholat magrib. Ayah sintia yaitu bapak arman yang tidak bisa lagi berjalan, hanya duduk dikursi roda. Ayah sintia sholat di rumah, tapi sintia bergegas pergi ke mushola yang tak jauh dari rumahnya.
           Dengan buru-buru sintia pergi ke mushola, tapi ditengah perjalanan sintia digodain pemuda-pemuda yang sedang berlintasan dengan dirinya. Menyapalah salah satu pemuda yaitu ardi, dengan ciri khas suara yang serak-serak basah ardi mengucapkan ”malam cantik” ……tapi sintia hanya membalas dengan senyuman manis yang menghias diwajahnya. Sampai dimushola sintia bergegas memenuhi sap, mengikuti gerakan imam, sholat magrib berjalan dengan khusuk  dimusholla tersebut. Sholatpun selesai semua jamaah muslimin dan musliman pergi meninggalkan musholla kecuali sintia yang tetap duduk dan mengangkat kedua tangannya, dengan meneteskan air mata memohon kepada Allah SWT. Untuk memohon pertolongan dan kesembuhan ayahnya yang telah lama menderita struk,sebelumnya ayah sintia mampu bergerakkan seluruh an ggota tubuhnya. Tetapi semenjak menderita penyakit struk, pak arman tubuhnya hanya berfungsi sebelah kanan,namun tubuh sebelah kirinya telah tak berfungsi lagi karena mati sebelah. Pak arman menderita struk tiga bulan setelah kepergian istrinya. Ibu sintia  meninggal karena sakit kanker, sudah berobat kemana-mana tapi kanker yang diderita ibu sintia sudah tidak dapat diobati lagi karena sudah menyebar keseluruh jaringan sel otak ibunya. Sintia hanya bisa berdoa dan berharap ibunya bisa sembuh. Ayah sintia waktu itu masih bekerja sebagai guru honor, yang gajinya pas-pasan hanya cukup makan sehari-hari, ditambah butuh biaya ibu berobat, semua usaha telah dilakukan ayah untuk kesembuhan ibu. Tapi tuhan berkata lain, akhirnya ibu meninggal dunia dan takkan kembali pergi bersama semua harapan sintia dan ayah.
           Sejak kepergian ibu, ayah selalu murung dan sedih. Hari-hari ayah seakan kosong tanpa hadirnya ibu disisi ayah. Kesehatan ayah semakin memburuk, hingga ayah terserang struk. Waktu terus berjalan, tak terasa tiga tahun sudah ayah menderita penyakitnya, dengan bantuan kursi roda ayah mampu berjalan.
          Melihat penderitaan ayahnya, sintia tak pernah menyerah dengan kondisi yang mengharukan ini. Tanpa saudara sintia sekolah sambilan bekerja jadi pembantu rumah tangga. Dengan menjadi tukang cuci pakaian dirumah tetangganya, itu dilakuan sintia setelah pulang sekolah. Sintia sekolah di SMA 1 dipulau bangka, sintia duduk dikelas 12. Di sekolah sintia tergolong siswa yang pintar dan rajin, sintia selalu masuk  juara kelas. Hati orang tua mana yang tak bangga melihat anaknya seperti itu, tapi apa daya ayah sintia hanya bisa mendoakan dan berharap sintia bisa berhasil, ayah sintia tak mampu membahagiakan anaknya sendiri, itu karena kondisi ayah sintia yang sakit. Tapi sintia tak pernah menyalahkan keadaan ayahnya, sintia tetap semangat dan bermotivasi. Disesuatu ketika, disekolah sintia ada perlombaan matematika, sintia adalah salah satu calon peserta, dengan rasa yakin sintia mendaftar dan tak luput dari dukungan ayahnya. Tak sia-sia sintia ikut, dan berkat doa ayah ternyata sintia menjadi juara pertama dengan hadiah uang sebesar Rp. 20.000.000,00 dan uang itu diberikannya untuk ayah tercintanya.




                                                             Suara putri bangsa
Lepaskan lelah…
Untuk jiwa yang suci
Hilangkan dahaga untuk kesegaran raga….
Taburkan senyum, tinggikan semangat, lawan kecemasan, regut kemenangan…
Hargai pengorbanan
Putri-putri bangs
Penerus kejayaan
Pemilik negri ini
Menanti kebijakan bukan penindasan
Yang terus mencekam, membunuh akan nasib bangsa ini