Minggu, 22 April 2012


Nama                   : Devi seftiana
Kelas                    : VIC
Nim            : 2009112088

Hanya Berharap
Jian berdiri didekat seorang laki-laki putih tinggi disebuah ruang laboratorium computer dikampusnya, Jian melihat disebelah kiri ada sesosok laki-laki tinggi berdiri disampingnya. Sesosok laki-laki yang hampir mirip dengan seorang pria yang ku kenal satu tahun yang lalu. Jian tak putus asa entah lah, tapi bukan seperti Anton , pria yang pernah mengisi hatinya sampai saat ini
Jian pergi menjauh dari ruang itu meninggalkan laki-laki itu bersama temannya, dihari yang sama tapi waktu yang berbeda kulihat ada sosok yang mendebarkan hatiku disebuah tempat foto copi dikampus ku, Oooooo………… dengan terkejutnya jian menatap laki-laki itu dengan member senyuman manis kearah laki-laki tiggi berpakaian kemeja berwarna biru pendek, laki-laki yang kukira mirip dengan pria yang kukenal satu tahun yang lalu
Kuperhatikan lebih saksama, ia berkulit putih dan tersenyum kearah ku. Aku pun membalas senyuman nya dengan manis. Satu hari setelah kejadian malam itu, entah kenapa perasaan ku selalu memikirkan laki-laki itu, yang sama sekali belum aku kenal siapa namany? Akhirnya sederet pertanyaan pun muncul difikiran ku dan berubah menjadi dugaan. Aku bicara pada hati kecilku. Ya ALLAH! Apakah ini perasaan suka, kagum atau pun saying? Aku semakin bingung dan menambah sejuta pertanyaan didalam benak ku dan fikiran ku saat ini dan aku berpendapat seperti nya ini memang perasaan “suka” kepada laki-laki itu taapi benar kah dugaan ku?
Hingga suatu hari ada sesuatu yang mendorong ku untuk mengetahui siapa laki-laki itu tanpa rasa malu dan berfikir panjang aku menanyakan tentang laki-laki itu kepada temannya, astaga……….. dengan terkejutnya aku, aku melihat laki-laki itu keluar dari ruangan disebelah ruangan ku belajar dengan jantung berdetak kencang laki-laki itu melihat kearah ku sambil melontarkan satu senyuman yang membuat aku semakin ingin tahu siapa laki-laki itu sebenarnya? Tak sampai 10 menit, teman ku pun memanggil teman laki-laki itu maka teman ku memanggilnya, kufikir ini waktu yang paling tepat tanpa basa-basi langsung saja temanku pun meminta no handphone laki-laki itu kepada teman satu kelasnya “Arya” nama laki-laki yang membuat hati ku penasaran hingga saat ini
Keingin kan ku untuk mengenalnya lebih dekat mendadak muncul difikiran ku, siapa tahu ia memang jodoh ku? Aku pun memberanikan diri untuk mengenalnya. Aku ingin tahu siapa namanya, dimana dia tinggal dan mengapa setiap kali dia melihat ku, member satu senyuman kepadaku, saying aku tak berani mendekatinya langsung dan beberapa pertanyaan-pertanyaanku tak bisa terlontar langsung dari mulutku semuanya menyumbt kerongkongan ku dan kaki ku menhentak-hentak pola ku membuatnya merasa ketakutan. Dia beranjak pergi memasuki ruangan kelasnya. Aku pun menarik nafas panjang kemudian aku memberanikan diri untuk menghubunginy saja melalui “sms” tanpa berfikir ulang aku pun sms dia dengan senang nya sms ku pun dibalasnya, tambah menambah sejuta fikiran diotak ku, dengan bangga dan senang nya aku membalas sms nya. Dengan terkejut aku mendapat balasan sms darinya yang mengatakan dia mengajak ku bertemu esok hari nya, aku pun membalas dengan berkata “iya”
Keesokan harinya aku bertemu dengannya dikampus, dengan muka memerah dan jantung berdetak kencang, aku mengiukti langkah kaki arya, hingga sampai disebuah gedung dikampus ku dan duduk disebuah kursi panjang berwarna coklat, dengan suara lembut arya mempersilahkan ku duduk disampingnya. Masih tetap membisu akhirnya memecah suara keheningan itu dengan suara arya menanyakan aku mendapatkan no handphone nya dari siapa? Aku hanya tersenyum akhirnya suasan yang semula tegang berubah menjadi ramai dengan perbincangan kami berdua, bercerita tentang masa-masa kecil dan pelajaran tentang kuliah kami. Aku pun tak sabar menahan perasaan yang aku punya, pembicaraan itu pun terhenti disaat aku mengutarakan perasaan ku kepada arya, arya pun terkejut dan menoleh kerah ku dengan senyuman manisnya. Dengan menghirup rokok yang diisap ditangannya, arya mulai bertanya kepada ku, apakah kau serius dengan pa yang kau ucapakan kepada ku baru saja? Aku hanya mengagukkan kepala, arya lanjut bicara, bukan aku tak suka pada mu, tapi aku takut, aku memotong pembicaraan arya, takut apa? arya menjawab aku takut mengecewakanmu sambil memegang tangan ku, takut kalau saja aku tak bisa membuatmu bahagia,
Jian hanya tertunduk malu, malu akan apa yang ia katakan begitu cepat untuk diutarakan kepada arya soal persaannya. Dengan sedikti kecewa jian menjawab, jika kau tak bisa menerima ku, tidak kenapa, aku cukup jadi teman mu sudah lebih dari cukup, arya memegang tangan ku dan menyakinkan ku bahwa, aku pantas mendapatkan yang layak lebih dari arya, pembicaraan kami terhenti tiba-tiba teman satu kelas arya dating menghampiri kami. Dengan kedatangan teman arya, selesai sudah pertemuan kami hari itu, arya pun mengantarku pulang dengan sepeda motornya, dengan hati terluka, aku melngkahkan kaki dibelakang arya, hingga tiba diparkiran aku menaiki motor arya untuk pulang, sesampai dirumah arya bilang kepada ku, “aku minta maaf” aku hanya tersenyum, dan meninggalkan arya denhagan harapan yang kosong.















KUASA MU

Dalam lindungan malam terurai falsafah tentang mu
Terurai kalam kematian
Berderai runtuh lewat jerit bocah malam
Dimana ibuku?

Bergelayut rayuan kemeyan
Memabantai ruang kehancuran
Aku tak tegar berkaca
Lalu menitik air keperihan

Aku layu
Bangkitkan aku
Demi cinta kita kepadanya
Ini cerita jiwa hambar tanpa pilu berindu





HANDPHONE RUSAK
Panas terik dengan berjalan keluar meninggalkan kampus. Sari yang berjalan sendiri menulusuri jalan kampusnya sesampainya digerbang kampusnya. Sari memberhentikan sebuah angkutan umum untuk pulang kekontrakannya karena untuk sampai dikontrakannya Sari membutuhkan waktu 5 menit unttuk Sari sampai dikotrakannya
Tiba-tiba tedengar suara handphone bordering didalam tasnya. Sari membuka tas dengan sedikit terburu-buru. No baru ternyata yang menelponya. Sari mengangkat handphonenya dengan nada yang sedikit marah ternyata suara laki-laki yang terdengar dari handphonenya, dengan suara yang lembut laki-laki itu menangapi nada emosi sari tiba-tiba telpon  itu terputus karena jaringan gagal. Tidak lama kemudian no itu menelpon lagi, tapi entah kenapa suara laki-laki itu tidak terdengar. Sari  kesal, berulang-ulang kali no itu menelpon tp dengan suara yang tidak ada
Sari mencoba menelpon salah satu no yang ada di phonebook dihp nya, ternyata sama juga tidak ada suara dari lawan bicaranya. Sari mencoba bertanya kepada temannya ternyata speaker handpone itu rusak. Siiiiiaaaalll…………. Gara-gara laki-laki itu menelpon handphone ku rusak.






Laksana Cintamu
Ibu….
Jika memang dengan aku menjelma angin
Lantas kau dapat merasakan kesejukan itu
Akan ku lakukan itu untukmu
Aku tak tau akan seberapa berharganya hidupku tanpa mu
Karena yang ku tau kau mampu mempuat cinta ini semakin besar
Kau telah berjuang untuk ku, untuk nafasku
Kalau pun aku bisa menciptakan sedikit senyuman itu
Mungkin tak akan sebanding dengan apa yang kau lakukan untuk hidupku
Aku selalu berharap tuhan tak akan pernah ambil senyum itu darimu
Percaya lah
Aku mencintaimu dengan hati yang tak bisa ku sematkan
Pada wanita selain dirimu dan aku menyayangi mu
Dengan nada yang tak bisa kuharmonikan pada yang lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar