Minggu, 22 April 2012


Puisi

Penantian
Karya : Elza Yuniartha
(2009112098)

            Aku hanya bisa menunggu dalam diam
            Tapi sepi yang terus datang tiada henti                               
            Hanya kenangan  indah saja tentang dirimu
            Dan kini kau semakin menjauh

                                                Kenapa bayanganmu selalu ada dalam hidupku
                                                Setiap waktu, bahkan setiap hembus nafasku
                                                Selalu terbayang dirimu
                                                Walaupun akhirnya kau tak pernah tahu semua ini

            Harapan tak berujung membuat aku takut kehilanganmu
            Dirimu yang kian menjadi debu
            Itu yang membuat aku merasakan
            Cinta yang sesungguhnya
            Cinta yang tiada akhir untuk selamanya

                                                Semua penantianku selama ini
                                                Terbalaskan sudah oleh cintamu
                                                Cinta yang tulus dan suci dari hatimu





Cerpen

Rahasiaku
Karya : Elza Yuniartha

            Malam kian pekat ketika sabit terbentuk, diantara ribuan mutiara dan ocehan sepasang orang yang kusayangin yaitu kedua orang tua aku yang asik berbincang – bincang diruang tengah rumah yang sederhana ini. Mata aku kian memerah dan kelopak sembab menghitam. Dan badan aku terasa lemas karena sudah larut malam waktunya untuk istirahat, kubaringkan tubuhku diatas kasur dengan seperai berwarna biru dan bermotif bunga. Kupandang in wajah adikku yang sudah terlelap. Adikku bernama Icha. Aku sangat sayang sekali sama icha.
            “ Dek maafin mbak ya ......, mbak ngak bisa menjadi yang terbaik buat kamu.....” ucapku lirih. Sambil kucium keningnya yang munyil, setiap malam aku hanya bisa menulis diary untuk mencurahkan perasaanku dan semua permasalahan yang aku hadapin, ku tutup diary yang telah basah oleh tangisanku.
             Sejenak aku buka lagi sms dari kakakku. Kakakku ini bernama adi ia sedang bekerja diluar kota. Kakakku ini sangat perhatian dan peduli sama aku. “ yun .... inget pesen kakak yah .... belajar yang rajin, jagaadik kita baik –basik dan kamu harus bisa mendidik ia menjadi yang terbaik please !!!! Pengerim kkQ ..... +62852688XXX ... Kalimat itu sangat jelas sekali dalam benakku, air mataku mulai menetes dan membasahi pipiku. Kuusap pipiku agar mengering dan kucoba untuk memejamkan mata.
            Pagi menjelang, ku buka jendela kamarku, kurasakan udara yang segar, bergegas aku bersiap untuk melakukan aktifitas seperti biasany. Saat angka pada jam tepat pukul menunjukan pyukul 07.00, aku telah duduk tenang dibangku kelasku.belakang ini hidupku sedikit sedih dan merasa sepi. Karena ayah dan ibu tidak ada waktu untukku karena mereka lagi sibuk dengan pekerjaannya, kakakku pun sibuk bekerja diluar kota, dan sedangkan adikku ia masih sangat kecil dan tak mengerti apa yang kurasakan. Terkadang aku berpikir ingin mengulang ke masaanak kecil, dimana orang – orang memiliki banyak waktu untuk menyanyanginku.
            “Yun ....., bantuin gue donk, gue lagi banyak masalah nih !, pinta indra yang ketika itu ia duduk disampingku, lalu ku dengarkan semua kata demi kata kudengarkan ....., haruskah setiap hari kudengar keluah kalian tanpa ada pernah kalian mengerti apa yang kurasakan saat ini!!! Tapi ya sudahlah, mereka juga tak mau tahu apa yang kurasakan saat ibni apa lagi mereka tak ingin tau penyakit apa yang ku derita selama ini. Mereka sibuk dengan urusan masing – masing. Bel pun telah berbunyi yang menunjukan waktu belajar sudah berakhir. Ratusan siswa behamburan keluar, disudut lapangan kulihat sekelompok murid sedang bercands bersamaan itu pula HP disaku bergetar tanda ada panggilan masuk.
            “ Assalamulaikum, ada apa ibu ?”  tanyaku dengan muka heran.
            “ Walaikumsalam, selamat ya sayang tadi kakakmu neloibu katanya kamu dapat beasiswa di Universitas favorit .... kamu pulang cepat ya nak !!
            “ Iya ...... jawabku dengan gembira
            “ Uhuk ... hukkkk ... !!! “ kutarik selembar tissudari tasku,.
            Lagi – lagi ..... ucapku sambil kulihat tissu ditanganku yang sudah berlumburan darah.
            “ Yuni ...., terdengar teriakan suara indra. Dan aku langsung menyembuyikan tissu itu agar indra tak tahu dengan penyakit yang diderita aku selama ini. Ada apa ndra ? tanya aku dengan muka cemas. Ngak kok !! aku tu Cuma mau bilang makasi yun sama kamu. Semua saran kamu dan udah ngasih solusi masalah yang aku hadapin. Sekang masalah aku udah kelar yun .... kta hari ini nonton bioskop yok yun ,,, nanti ndra traktir deh hee....
            “ Makasi ndra, tapi aku hari ini mau pulang cepet, soalnya ibu aku udah nelpon nyuruh aku pulang cepet hari ini !! maaf ya lain kali aja kita nontonnya.
            “ Bruuukk !! tubuh lemasku terjatuh. Tengah teriknya sang surya dengan darah yang terus yang terus mengalir dari hidungnya. Tak ada satu otrang pin yang tahu terutama keluargaku pun tak tahu apa yang selama ini penyakit yang ada ditubuhku. Karena selama ini aku merahasiakan penyakit tersebut.
            “ Yun, loh kenapa begini? Keluarga pun langsung kerumah sakit karena indra yang memberitahu kabar kalau yuni masuk rumah sakit !! sementara sejuta tawa yang ku dengar kian sunyi. Dan pandangna ku menghitam. Kala ku lihat cahaya putih menarik rohku dari raga yang muli dingin, aku pergi untuk selama – lamanya aku semua orang yang aku sayang in pun tak menyakangkan akan kepergianku karena selama ini aku menyembunyikan penykit yang selama ini ku alami.

S E L E S A I


Cerpen
Rasa Cemas
Karya : Elza Yuniartha

Pagi yang cerah dengan jiwa yang tenang, tak terasa waktu cepat sekali berlalu ......
            “ Nak, bangun – bangun hari inikan kuliah !!
            Nanti kamu telat ngak boleh masuk lagi pelajaran dosen itu. ( ujar ibu ani untuk membangun kan  icha anaknya).
            Ya, bu’ ini icha udah bangun .....
            Aduuuhhh .... gimana ini !! bajuku belum digosok lagi buat kuiah hari ini ( dengan muka sedih ).
            Waktu sudah menunjukan pukul 06.00 pagi waktunya untuk pergi kekampus !! Ibu ... Icha pergi kekampus ya ... Assalamulaikum ...
            Walaikumsalam  ... hati – hati ya nak (ujar ibu ani )
            Eh  . . . tunggu nak ini kertas karton kamu untuk PPL ketinggalan
            Hehehehe ya ibu, icha lupa !! kalau mau pergi itu harus dilihat dulu jangan sampai ada yang ketinggalan ( ibu sambil marah ). Ya, ibuku sayang ... Icha sekarang pergi dulu yach !!
            Mbak mau ikut adek ngak ? ( tanya roby adiknya icha )
            Ya dech mbak ikut kamu ya. Takutnya mbak terlambat. Lagian hari ini mbak PPL 1 dikampus. Ya udah, tapi ngak sampekampus yah. Oke dech ... ( dengan nada yang semangat )
            Sepanjang perjalanan hatiku sangat cemas dan takut sekali untuk menghadapin PPL . lagian ini untuk pertama kalinya disuruh menjadi guru dihadapan teman – temanku dan dosenku. Tapi, aku yakin dan harus bisa menjadi yang terbaik dihadapan mereka.
            Icha .... ( teriak ayu memanggil namaku )
Eh, kamu Yu.... gimana udah siap untuk PPL nanti ?? ( tanya ayu )
Hehehehe insyalah siap. Tapi , coba kamy pegang tangan aku dingin bangetkan terus jantung aku serasa mau copot ...
Jangan tegang banget kamu itu Icha. Santai aja !! ayu yakin kok kamu pasti bisa, ayo semangat !!!
Hehehe makasi ya kawan ( Icha dengan muka tersenyum )
Dosenpun sudah datang dan detik – detik waktunya aku tampil unttuk tampil PPL 1 dan untuk pertama kalinya menjadi guru.
Semua teman – teman diam dan suasana pun semakin tenang dan sunyi 10 menit sudah kulewatin. Alhamdullah berjalan dengan lancar dan hasilnya juga bagus. Dosen pun ikut senang dengan penampilanku. Walaupun hari ini banyak lika – liku dari baju yang belum digosok, karton hampir ketinggalan, macet diljalan, turun bus tadi hampir jatuh gara – gara pakai rok. Tapi, itu semua tidak mengurangi semangatku malahan aku tetap semangat untuk tampil PPL. Rasa cemas pun sudah hilang dan menjadi lega sekali. Hari ini menjadi pengalaman bagiku dasn untuk kedepannya aku harus lebih baik lagi.    ^_^ 

S E L E S A I












Puisi
                                                        Ibuku
Karya : ElzA Yuniartha

Engkau bagaikan surga dihatiku
Setiap langkahmu membuat diriku
Teringat masa waktu kecilku
Halus tanganmu, usap air matamu
Kan kukenang selama hidupku

                                    Aku sayang padamu
                                    Kan kubalas jasa – jasamu
                                    Dan kuingat semua nasehatmu
                                    Dalam usahaku

Kau wanita begitu tangguh
Kau tak pernah lelah dan mengeluh
Ohhh.... Ibu
Didalam kerja kerasmu dan usahamu
Aku akan mendoakan setiap waktu

                                    Doa – doa anakmu selalu menyertaimu
                                    Karena semua jasa – jasa kasih sayangmu
                                    Kan kuingat dan kuukir didalam hidupku .....




Puisi

Wanita Karier
Karya : ElzhA Yuniartha

Jiwamu lembut
Hatimu laksana rembulan nan sore
Ketenanganmu terusikkan oleh kejamnya hidup
Yang membuatmu meneteskan keringat, hanya keringat

Ataukah sebuah perjuangan
Mungkin telah digariskan
Yang mengharuskanmu tertatih,
yang membuatmu menapakan kaki perlahan

Semangatmu tak seperti roda yang berputar
Dan tak kau hiraukan ragamu
Kau besarkan buah cintamu, Dengan belaimu

Kau manjakan, kau timang dalam genggamanmu
Tak kenal asa, tak ada jera
Ooh Tuhanku saat dia tertidur lelap

Hanya mampu terpandangi olehku
Sesosok makhluk lemah ciptaanmu, terkulai dipelukku
Predikat sarjanalah yang memaksannya
Ya ... memaksannya menjadi seorang wanita karier

Tidak ada komentar:

Posting Komentar