Minggu, 22 April 2012



Nama               : Birahmi Anggraini
Kelas               : VI C
NIM                : 2009112253
Mata Pelajaran : Menulis Karya Sastra
Dosen              : M. Nasir, M.Pd



PUISI
                                    PILU

Bila senja merunduk malu
                        Ketika hati hampa menatap pilu
                        Bila setiap kataku menghujan air mata
                        Maka biarlah waktu menghapusnya

                        Bila kehadiranky melukis luka
                        Maka anggaplah diriku tiada
                        Mungkin, setiap kataku, membuatmu lulu lanta
                        Tak mungkin lagi kutorehkan bahagia





CERPEN


                                    PENANTIAN

            Adalah Agustian kakak kelasku yang cerdas, cakep,tinggi dan putih, aku pun kagum padanya, wajahnya yang begitu syahdu, mata yang indah dan alis mata yang tebal memikat hati. Tetapi sayang dia sangat tertutup dan diam seperti ada kabut luka yang menyelimuti wajahnya. Walaupun tian, nama panggilannyabelum lama aku kena, tetapi aku merasa sudah lama mengenalnya, sejak aku masuk ke SMA dan ikut ayah ku pinda ke kota yang indah akan pantai-pantainya.
            Sikapnya yang pendiam membuat teman-teman disekitarnya penasaran, apalagi wanita-wanita yang mencoba mencuri perhatiannya. Namun tian tidak pernah menanggapinya dengan serius, diantra wanita-wanita tersebut hanya aku yang ia perhatian lebih, aku juga tidak tau mungkin hanya perasaan ku saja karna aku mengaguminya.
            Rasa ini semakin hari, semakin indah aku rasakan , perasaan sejuk dihati bila bertemu , bertatapan dn bercanda denagn tian dan apabila tidak bertemu, rasanya ada yang hilang sehingga mrasa sedih dan rindu padanya. Apakah ini yang dinamakan cinta????
            Malam itu awal januari dan tepat malam tahun baru dan tepat dimana semua orang berkumpul dan merayakan mam pergantian tahun itu, malam itu, tian berkumpul bersama teman-teman akrabnya, dimana aku juga dia ajak untuk kumpul bersama dan mengabiskan malam pergantian tahun itu.
            Aku dan tian pun ikut larut dalam malam pergantian tahun itu, bersama teman teman dan sahabatku, kami berjalan menggunakan mator merah p  tian mnyelusuri jalanm komplek dan melewati tempat-tempat yang sering kami lewati sepulang sekolah..
            Lima hari setelah malam itu, akunjadi jarang bertemu dengan tian, laki-laki yang aku kagumi itu karena cerdas serta endiam, enytah mengapa hati ini sedih, akupun tak tahu. Disekolah pun, tian jarang kelihatan dan kumpul dengan teman-temannya, akupun mulai bertanya  ada apa dengan tian , akhirnya aku mencari informasi dengan temannya, dan akupun tahu, dengan muka kaku dan terkejudnya aku , mendengar berita yang membuatku diam dan tak berdaya. Teryata tian kecelakaan setelah pulang dari mengatar aku waktu malam tahun baru itu.
            Esokan harinya aku menempatkan diri untuk menjenguk tian yang sampai saat ini masih tidk sadarkan diri. Aku hanya merasa belum siap untuk berpisah dengan nya karena ternyata tian juga menderita leukimia yang lama dideritannya. Seandainya aku ratu di hatinya, aku akan menyayangi dan menjaganya, menyayanginya menberikan tempat terindah dihatiku.Menjadikan ia raja dalam mimpi-mimpi indahku, Mendekap dirinya dan memberikan kehangatan, saling membagi dan memberi di kala suka dan duka, mencintai dan dicintai.
            Dan aku berjanji aku akan menjemputmu dan menantikan untaian tanganmu menyambut tanganku yang ketih ini. Driiiiinnggg.......driiinnggg..... alaram pun berbunyi membangunkan dari lelap malamku dan mengajak bergegas beranjak dari tempat tidurku . Hari ini hari libur, dan hari yang istimewa bagiku yaitu hari ulang tahunku. Aku selalu berdoa agar pada hari yang bahagia ini aku mendapatkan  kado istimewa dari, cukup kesembuhan tian yang aku harapkan.
            Dengan ditemani dika, aku datang kerumah sakit tempat tian dirawat. Sesampainya  disana kami heran kenapa semua orang sudah ramai berdatangan dan berkumpul dikamar tian, selain itu aku melihat raut wajah kedua orang tua tian yang tegar namun terpancar kesedihan diwajahnya.
            Aku pun berlari menuju kamar tian hingga yang ku bawah terjatuh seiring dengan hancurnya jiwaku menhadapi kenyataan yang terjadi, karena selama bersama aku selalu mengharapkan, dia menyatakan apa yang ia rasakan,walaupun selama ini aku  selalu berharap penantianku pasti terjawab.
            Tetapi..... ohh.. Tuhan , kenapa begitu cepat engaku ambil tian dan meninggalkanku selamanya. Mungkin ini hanya menjadi mimpi yang menyedihkan pada hari yang bahagia ini, tepat pada usiaku 16 tahun.
            Banyak orang sepertiku merasakannya, cinta dalah ketulusan serta kejujuran, tumbuh dari hati yang paling dalam dan merambat dari sudut hati yang sudut. Menangis  dan tertawa bersama, memberi dan menberi tanpa mengharapkan balsan dari sebuah pengorbanan.




PUISI

                                                MAMA

                                   
                                    Detak lingkaran waktu berbunyi
                                    Hati tergentar tanpa henti
                                    Melihatmu yang penuh semangat
                                    Memberi tanpa harus membalas

                                    Meski dirimu jauh dihati
                                    Canda tawamu tetap hiasi
                                    Setiap perjuanganmu adalah kasih
                                    Kan ku balas sampai akhir hayat nanti

                                    Wahai mama ku tersayang
                                    Engkau pelita dalam hidupku
                                    Penyemangat disetiap nafasku
                                    Mama ....... semangat dan kasih sayangmu
                                    Berharga bagiku....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar